Rebana Time, Begini cara WBP Lapas Pekalongan Isi Waktu dengan Hal Positif

    Rebana Time, Begini cara WBP Lapas Pekalongan Isi Waktu dengan Hal Positif
    Rebana Time! Begini Cara WBP Lapas Pekalongan Isi Waktu dengan Hal Positif

    Kota Pekalongan – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan di tengah rutinitas pembinaan terdengar alunan musik rebana yang syahdu sebagai bagian dari program Pembinaan Kepribadian Kesenian Islam bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rabu (21/01/2026).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara Lapas Pekalongan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan dalam upaya memberikan pembekalan mental dan spiritual yang lebih berwarna bagi warga binaan.

    Sebanyak 24 warga binaan yang tergabung dalam tim kesenian tampak antusias mengikuti latihan rebana yang dipimpin langsung oleh Ustadz Lukman Hakim dari Kemenag Kota Pekalongan.

    Dalam sesi ini, para warga binaan tidak hanya diajarkan teknik dasar menabuh rebana dan menyelaraskan nada, tetapi juga dibimbing untuk menghayati setiap bait selawat yang dilantunkan. Kesenian rebana dipilih karena selain sebagai wadah kreativitas, juga menjadi sarana dakwah yang efektif untuk meningkatkan keimanan serta menanamkan nilai-nilai Islami di lingkungan pemasyarakatan.

    Kegiatan pembinaan kesenian ini berjalan dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Melalui alunan musik Islami tersebut, warga binaan diajak untuk menyalurkan energi positif, melatih kekompakan, serta menumbuhkan ketenangan batin. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas Lapas Kelas IIA Pekalongan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

    Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso menyampaikan bahwa pembinaan melalui seni rebana memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian warga binaan.

    “Kegiatan rebana ini bukan sekadar latihan seni, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. Kami ingin warga binaan memiliki kegiatan positif yang mampu menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, serta mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan, ” ujar Teguh.

    Ia berharap, melalui pembinaan kesenian Islami ini, warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih produktif serta memiliki bekal sikap dan perilaku yang lebih baik untuk kehidupan bermasyarakat ke depannya.

    pekalongan lapas pekalongan kalapas pekalongan teguh suroso rebana
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Kalapas Pekalongan, Teguh Suroso Pimpin...

    Artikel Berikutnya

    Belajar Saling Menghargai, Begini Cara WBP...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Perkuat Pembinaan Kemandirian, Kalapas Pekalongan Jalin Koordinasi dengan Fakultas Perikanan UNIKAL
    Rancangan UU Disinformasi Ancaman Kebebasan Berekspresi?
    PA3KN DPR Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kebijakan untuk Penguatan Analisis APBN
    Putusan Pengadilan Terhadap Mantan Ibu Negara Korsel Terkait Kasus Dugaan Korupsi Segera Dibacakan
    Dukung Hak Pendidikan WBP, Kalapas Pekalongan Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan

    Ikuti Kami