Kota Pekalongan – Di tengah kondisi lahan Bimbingan Kerja (Bimker) yang terdampak banjir, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan tetap menunjukkan semangat dan kreativitas.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pembuatan pot tanaman terong yang dilaksanakan sebagai alternatif pembinaan kemandirian, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di area Bimker dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia, sekaligus menjadi solusi agar proses pembinaan tetap berjalan meskipun aktivitas bercocok tanam di lahan terbuka sementara terhenti akibat genangan air. Pembuatan pot tanaman ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan dasar pertanian dan pengelolaan media tanam bagi warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk tetap produktif, kreatif, dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Selain melatih keterampilan, aktivitas ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab dalam setiap proses yang dijalani.

Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, melalui Kasubsi Bimker & PHK, Sahren, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian harus tetap berjalan dalam situasi apa pun.
“Kondisi banjir tidak menjadi hambatan untuk terus memberikan pembinaan yang positif. Justru ini menjadi momentum untuk melatih warga binaan agar mampu beradaptasi dan mencari solusi atas setiap keterbatasan, ” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan alternatif ini, diharapkan warga binaan tetap mendapatkan bekal keterampilan yang bermanfaat serta mampu mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif dan bernilai positif selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pekalongan.
(Humas Lapas Pekalongan)

Updates.