Perdalam Literasi Al-Qur'an, Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama FKAM Kota Pekalongan

    Perdalam Literasi Al-Qur'an, Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama FKAM Kota Pekalongan
    Perdalam Literasi Al-Qur'an, Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama FKAM Kota Pekalongan

    Kota Pekalongan – Membuka pekan keempat di bulan Januari, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan kembali mengintensifkan pembinaan kepribadian mental rohani bagi warga binaan, Pada Senin (26/01/2026).

    bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Lapas Pekalongan, sebanyak 24 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terdaftar sebagai santri mengikuti kegiatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ).

    Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas spiritual di balik jeruji besi.

    Dalam sesi pembelajaran kali ini, Lapas Pekalongan menghadirkan Ustadz Husni Mubarok dari Lembaga Dakwah FKAM (Forum Komunikasi Aktivis Masjid) Kota Pekalongan. Kehadiran tokoh agama ini bertujuan untuk memberikan bimbingan intensif kepada para warga binaan, mulai dari pengenalan huruf hijaiah hingga teknik menulis ayat suci dengan benar.

    Fokus kegiatan BTQ ini adalah untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an sekaligus memberikan fondasi keagamaan yang kuat bagi para santri binaan agar memiliki arah hidup yang lebih baik selama dan setelah menjalani masa pidana.

    Setelah sesi pembelajaran BTQ berakhir, rangkaian pembinaan rohani tidak berhenti begitu saja. Para warga binaan kemudian diarahkan menuju Masjid At-Taubah untuk melanjutkan kegiatan Taklim Siang.

    Keseluruhan rangkaian acara berjalan dengan penuh khidmat, aman, dan tertib di bawah pengawalan serta pendampingan langsung dari petugas pemasyarakatan.

    Sinergi antara Lapas dan lembaga dakwah luar seperti FKAM diharapkan dapat menciptakan suasana lingkungan Lapas yang lebih religius dan kondusif.

    Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.

    “Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an ini menjadi salah satu upaya kami dalam membekali warga binaan dengan dasar keimanan dan akhlak yang baik. Harapannya, mereka memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat, ” ujar Teguh Suroso.

    (Humas Lapas Pekalongan) 

    jawa tengah kota pekalongan lapas pekalongan
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Tetap Produktif di Tengah Banjir, Warga...

    Artikel Berikutnya

    Belajar Kasih dan Kesabaran, Warga Binaan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Pungli PKL Undip Pleburan: Disdag Semarang Ungkap Motif Oknum Ormas
    Dirut BEI Mundur Pasca IHSG Longsor, Berharap Pulihkan Kepercayaan Pasar
    Yayasan Angling Dharma Bantah Terlibat Pungli PKL Pleburan
    BPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Minyak: Rp 2,7 Miliar Dolar dan Rp 25 T

    Ikuti Kami